kumpulan tulisan dari teman-teman dari beberapa mailingslist. bermanfaat atau saat yang tepat adalah harapan.
27 Mei 2014
bendahara yang cerdik
Bendahara tersebut memanggil satu-persatu orang yang berhutang kepada tuannya, kepada yang berhutang seratus tempayan minyak, ia membuat surat hutang yang baru sebesar lima puluh tempayan. Kepada yang berhutang seratus pikul gandum, ia membuat surat hutang yang baru sebesar delapan puluh pikul, dan seterusnya. Dengan demikian ketika ia tidak mempunyai pekerjaan nantinya, ia memiliki banyak orang yang berhutang budi kepadanya yang akan dapat membantunya.
Tuan tersebut yang mengetahuinya memuji bendahara itu karena ia telah bertindak dengan cerdik. Para bendahara mendapatkan komisi dari hasil penjualan tuannya. Dengan mengurangi surat hutang seseorang, bendahara tersebut tidak merugikan tuannya, melainkan hanya mengorbankan keuntungan pribadinya.
16 April 2011
Japanese boy teaches lesson in sacrifice
Anak yang Memberi Contoh Cara Berkorban
Catatan editor:
Surat ini ditulis oleh seorang imigran asal Vietnam, Ha Minh Thanh, yang bekerja sebagai polisi di Fukushima, ditujukan kepada seorang temannya di Vietnam. Surat ini diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Andrew Lam, editor NAM, dan dimuat dalam harian New America Media tanggal 19 Maret 2011. Versi bahasa Inggrisnya sudah diringkas.
Teman,
Bagaimana keadaanmu dan keluargamu? Saat ini aku berada di Fukushima, sekitar 25 kilometer dari pembangkit listrik nuklir. Beberapa hari ini, di sini segala sesuatu kacau sekali. Kalau aku memejamkan mata, masih terbayang jenazah korban tsunami. Kalau aku membuka mata, aku melihat jenazah juga.
Di sini kami masing-masing harus bekerja 20 jam sehari, tapi aku berharap sehari ada 48 jam, sehingga kami dapat terus membantu dan menyelamatkan penduduk.
Kami hidup tanpa air PAM dan aliran listrik, dan persediaan makanan sudah amat menipis. Kami masih menunggu instruksi ke mana harus memindahkan para pengungsi.
Masyarakat di sini tetap tenang — tingkah laku mereka amat baik dan mereka masih tetap menjunjung tinggi etiket hidup bermasyarakat — sehingga keadaan tidak seburuk yang dapat terjadi. Namun kalau keadaan seperti ini berkepanjangan, aku tidak tahu apakah kami masih bisa memberikan perlindungan dan menjaga ketertiban.
Bagaimanapun juga mereka juga manusia, dan kalau rasa lapar dan haus mengalahkan akal sehat, mereka dapat saja melakukan apa pun yang harus mereka lakukan. Pemerintah sudah mencoba memberikan bantuan makanan dan obat lewat jalur udara, tetapi kebutuhan di sini jauh lebih besar.
Teman, aku mengalami peristiwa yang terjadi secara kebetulan. Seorang anak laki-laki Jepang mengajarkan cara bertingkah laku selayaknya anggota masyarakat kepada orang dewasa seperti aku ini.
Kemarin malam, aku mendapat tugas membantu organisasi amal membagikan makanan kepada para pengungsi di sebuah sekolah. Antrian pengungsi panjang sekali, seperti seekor ular. Aku melihat seorang anak kecil berumur sekitar 9 tahun, dia mengenakan kaos dan celana pendek. Udara terasa amat dingin dan anak ini berada di ujung barisan. Aku merasa khawatir saat gilirannya tiba nanti, makanan sudah habis. Jadi aku mengajaknya berbicara.
Dia berada di sekolah ketika gempa menerpa. Ayahnya bekerja tidak jauh dari sekolah dan segera naik mobil ke sekola untuk menjemputnya. Anak ini berada di balkon di lantai 3 dan dia menyaksikan bagaimana tsunami menggulung mobil ayahnya dan mencampakkannya. Rumahnya berada di tepi pantai, jadi kemungkinan ibu dan adik perempuannya juga menjadi korban bencana ini. Dia memalingkan mukanya dan menghapus air mata ketika aku menanyakan mengenai sanak familinya.
Anak ini menggigil, jadi aku melepaskan jaket polisiku dan mengenakan padanya. Saat itu kantong makanan yang menjadi bagianku terjatuh. Aku mengambilnya dan memberikan kantong itu kepadanya. “Kalau tiba giliranmu nanti, mungkin jatah makanan sudah habis. Ini bagianku. Aku sudah makan. Makanlah, kamu tentu lapar.”
Anak ini menerima kantong itu dan membungkuk menyatakan terima kasih. Aku kira dia akan segera memakannya, tetapi tidak. Dia berjalan ke depan sambil membawa kantong itu dan meletakkannya di tumpukan makanan yang sedang dibagikan.
Aku terkejut dan bertanya mengapa dia tidak makan dan mengembalikan ke tumpukan makanan di sana. Dia menjawab, “Karena aku melihat banyak orang yang lebih lapar dari aku. Bila aku mengembalikan ke sana, panita akan membagikan makanan itu dengan merata.” Mendengar jawaban itu aku menoleh agar orang-orang di sekitarku tidak melihat aku menangis.
Masyarakat yang dapat membina anak berumur 9 tahun sehingga memahami dan mempraktikkan konsep berkorban untuk kebaikan yang lebih besar pastilah masyarakat yang hebat, orang-orang yang hebat.
Salam untukmu dan keluargamu. Aku sudah harus bertugas lagi.
Salam,
Ha Minh Thanh
Japanese boy teaches lesson in sacrifice
Created: 2011-3-24 0:17:31
16 Maret 2011
Hasilkan Fellow IEEE - Dana Penelitian Universitas dan Institusi Negara Jangan pernah bilang "saya sudah cukup berkarya"
Ya betul, komentar anda di bawah ini benar.
Ada banyak instansi termasuk Universitas di Luar Negeri yang bekerjasama dengan IEEE untuk memperoleh (Digital) Library yang terbesar dan terlengkap di dunia, dengan memperoleh harga potongan yang besar. IEEE memiliki dokumen2 dan buku2 para periset dunia yang tidak ada tandingannya.
IEEE mempunyai cabang atau Section di seluruh dunia, bahkan di Cina, Jepang, Eropa Barat dan Rusia sekalipun.
Sayangnya kebijakan liberalisasi yang salah dari Indonesia, menyebabkan Universitas dan sekolah2 harus mencari dananya sendiri, malah mengarah diswastakan. Ini suatu liberalisasi yang keblinger dan tidak pada tempatnya mengikuti penswastaan perusahaan dan usaha pemerintah.
Di negara maju malah pendidikan disubsidi berat mulai dari SD hingga Universitas.
Di AS, yang memberikan subsidi adalah pemerintah Negara Bagiannya.
Bagaimana Universitas bisa unggul dalam riset bila tidak disubsidi pemerintah pusat atau provinsi, dan hanya bergantung pada kerjasama dengan instansi dan perusahaan swasta (kebanyakan asing). Sudah jelas bila kerjasama dengan perusahaan asing seperti Microsoft dsb, akan lebih mementingkan promosi dan produk perusahaan tersebut. Demikian juga kerjasama dengan lembaga pendidikan asing. Sementara dukungan dana dari institusi keuangan baik itu Bank Dunia, ADB, Ford Foundation, Eropa dsb, tentunya sangat terbatas dan ada kepentingan pemilik di belakangnya.
Tidak mungkin kita akan memperoleh hasil riset yang benar-benar sesuai kepentingan nasional dan atau sesuai inovasi asli dari para pakar kita. Padahal pakar-pakar kita dari bumi asli Indonesia banyak yang hebat-hebat dan tidak kalah dengan pakar asing.
Salah satu contohnya kalau mau tahu adalah seorang Indonesia, Prof. Dr.Susanto Rahardja, dari Institute for Infocomm Research, Singapura, http://www.raharja.ac.id/susanto/
Dia meraih tingkat keanggotaan Fellow IEEE oleh karena peluang karier dan penelitiannya yang diberikan Institut ini untuk maju. Peluang tersebut tidak disia-siakan sehingga karya-karyanya melanglang-buana.
Bila Universitas tidak diberi subsidi, bukan hanya untuk biaya mahasiswa (masa depan ahli dan Pemimpin Bangsa), khususnya yang tidak mampu ke LN, tetapi juga untuk riset sebagai tumpuan kemajuan Bangsa masa depan, bagaimana akhli-akhli, Doktor-doktor serta Profesor-profesor kita bisa maju dan membumi? Hasil-hasil riset ini yang akan menjadi dasar pijak pengakuan dunia terhadap pakar, yang disebarkan lewat berbagai majalah riset dan teknologi dunia, seperti majalah2 IEEE, dsb. Dan berdasarkan itu pula maka rekan2 sekerjanya sesama anggota IEEE akan dapat mengusulkan dia meraih peringkat keanggotaan IEEE tertinggi, Fellow.
Mengamati Newsletter IEEE Region 10 (Asia Pasifik), diumumkan para Fellow IEEE 2011 yang baru, nampak kebanyakan dari Universitas, selain dari industri besar negara maju termasuk Singapura.
Coba untuk tahun 2011 yang memperoleh Fellow (bukan jumlah seluruhnya dari tahun2 sebelumnya) adalah dari India (Bengalore 1, Bombay 1, Madras 1. Total 3), China (Beijing 3, Wuhan 1, Total 4); Hongkong (9=sembilan), Japan (Kansai: 1, Sendai 2; Tokyo 11=sebelas, Total 14); Australia (NewSouthWales: 3); NZ (1); Korea (Seoul 6); Singapura (3 orang, termasuk Dr.Susanto Rahardja), Taiwan (10=sepuluh).
Dan sampai kini Indonesia belum memiliki seorang Fellow. Bagaiman dia bisa berprestasi dalam penelitian dan penemuan teknologi bagi umat manusia, kalau tidak ada dana atau tidak ada yang mendukung di dalam negeri?
Nampaknya Indonesia masih sibuk mengurusi soal mengisi perut. Apa betul?
Bukankah ada cukup banyak dana untuk pendidikan, dan mestinya R&D juga merupakan bagian dari pendukung pendidikan di Universitas. Kapan lagi kalau tidak sekarang mengadakan penelitian dengan dana sendiri di Universitas.
You get what you pay. Bukankah berlaku hukum, bila memancing dengan umpan kecil maka dapat ikan kecil, dan memancing dengan umpan besar akan dapat ikan besar?
Kalau seperti sekarang malah tanpa umpan mau dapat ikan. Sulap namanya.
[Atau seperti zaman Orba, penelitiannya ndak kepalang tanggung, langsung untuk kapal terbang, bahkan katanya setiap orang Indonesia cuma harus menyumbang $10 untuk menyelesaikan penelitian dan produksi Nxxxx. Sementara untuk yang ada di depan mata seperti pertanian dan perikanan yang langsung dinikmati rakyat banyak malah diterlantarkan. Ya, ya, kita sering suka langsung hasil segera (instant), ndak mau lama-lama berpayah-payah dikit demi sedikit berpeluh seperti orang Jepang. Akibatnya seperti pengeboran a la Lapindo yang korban dan akibatnya masih berserakan dan ada ibu yang meninggal. Pemilik melepaskan tanggung jawab dan memperjuangkannya sebagai bencana nasioinal, agar ditanggung negara. Dan kalau ada hasil yang bagus langsung berebut nama. Contoh, pertandingan sepak bola yang tinggal memetik kemenangan akhirnya menderita kekalahan, karena kelelahan beraudiensi dan jengkel.]
Kita terus berharap bahwa pemerintah mau bertobat dan mengubah kebijakannya, sehingga Universitas menjadi tempat penggelembengan pakar-pakar teknologi berskala internasional dan pimpinan negara yang membumi bagi Ibu Pertiwi di mana dia dibesarkan, dan bukan terpaksa atau dipaksa hijrah ke dan menguntungkan negara lain.
Kembali lagi untuk peluang dan pentingnya keanggotaan IEEE ini.
Dengan adanya IEEE Indonesia Section kita saling dukung antar-anggota, maka informasi rinci tentang pakar asal Indonesia seperti di atas yang saya lemparkan ke milis, ditambah rincian oleh rekan Arief Hamdani (Vice Chair, asal Telkom), dan rekan Suryadi Liawatimena (Newsletter, dari BINUS) memasukkannya dalam Facebook. Berbagai ulasan sebelumnya didukung oleh pengetahuan yang ditimba dari IEEE.
Dari IEEE kita juga belajar berorganisasi yang tertib, kegiatan dan pelaporan dikontrol dan bahkan diberi insentif keberhasilan, memberikan bantuan untuk penemuan oleh anggota biasa maupun mahasiswa, bantuan untuk kegiatan khusus seperti wanita seperti WIE (Women in Engineering), sementara pelaporan keuangan dikontrol dengan ketat.
Jangan pernah mengatakan "saya sudah tua" atau "sudah cukup sekian (berkarya)", melainkan bertanya terus "apa yang bisa saya lakukan, prestasikan"
[Tahun 2004, setelah pensiun 9 tahun, sambil terus berusaha, saya menambah di luar bisang profesi saya tetapi perting untuk bisnis profesi, yaitu ikut suatu pelatihan akhir pekan "Marketing Strategy" di LA dari seorang ahli pemasaran kelas dunia, Jay Abraham, yang hingga kini saya praktekkan dan tularkan.
Nah, ketika tahun 2008, saya dg isteri dan anak perempuan dan temannya, ikut pelatihan akhir pekan di Jakarta "Pattern of Excellence" dari Adam Khoe, ada contoh yang menantang seorang pebisnis yang bangkrut pada umur 72 tahun, namun dia pantang putus asa dan bangkit kembali sehingga pada pada umur 82 tahun dia berhasil meraih kembali kekayaan dan kejayaannya. Memang kalau kita mau, bisa menjadi luar biasa.]
Salam,
APhD
03 Maret 2011
apa itu Corporate Inertia?
Corporate Inertia itu apa? Yaitu terkungkung pada bisnis model yang telah membuatnya berjaya.
Ya, perusahaan terkenal itu sudah terjangkiti penyakit ini, penjualan menurun, banyak karyawan yang mengundurkan diri dari perusahaan dan kondisi perusahaan yang tidak kondusif.
Sumber masalah itu kalau pengamatan saya adalah sbb:
1. Distribusi produk yang tidak merata. Hal ini disebabkan karena personal-personal (karyawan) yang ada di perusahaan ini kurang termotivasi, sehingga mereka malas dalam mendistribusikan produk dan memasarkan produknya. Akibatnya, banyak channel yang terisi oleh produk-produk lain (baca: kompetitor)
2.Pasar yang sudah berubah. Di era web.2.0 ini, konsumen sudah semakin cerdas, mereka lebih bisa memilih produk yang mana disukai dan dibutuhkan oleh mereka. Tidak bisa dipungkiri di media internet, kita seperti melihat pameran produk secara massal yang tiap detik tampil di depan mata kita. Hal ini membuat potensi untuk brand switching sangat mudah terjadi.
3. Kurangnya SDM yang andal di masing-masing posisi vital. Di perusahaan ini untuk pos – pos vital khususnya di departemen penjualan masih diisi oleh orang-orang yang berpikiran kuno dan kolot. Di sebuah perusahaan berskala nasional, seorang area manager tidak mahir dalam mengoperasikan perangkat komputer (Microsoft Office), ini hal yang mencengangkan buat saya. Jadi, menurut saya perombakan kualitas karyawan juga perlu dilakukan di sini.
4. Managemen yang masih menganut pola Legacy. Perusahaan ini masih mengedepankan pola-pola dan strategi marketing kuno, secara struktural memang sudah menggunakan elemen baru dalam struktur organisasinya tapi cara menggunakannya masih dengan cara kuno.
Langkah-Langkah penanggulangannya:
1. Menguatkan komunikasi antarkaryawan. Caranya, misalnya, dengan membangun divisi khusus, yaitu Internal Marketing. Dengan adanya internal marketing, komunikasi antardivisi diharapkan berjalan dengan baik dan timbulah kompetisi yang sehat antardepartemen. Dan, dengan program-program, Internal Marketing dapat memotivasi setiap karyawan untuk loyal terhadap perusahaan, apabila terjadi krisis dalam sebuah perusahaan itu. Jadi dengan Internal Marketing ini karyawan akan termotivasi dalam bekerja dan ini akan memberikan dampak karyawan di masing-masing lini bekerja dengan antusias sehingga diharapkan dapat mengatasi distribusi produk yang tidak merata dan selalu belajar untuk dapat mengikuti pasar yang dinamis perubahannya.
2. Membentuk sebuah manajemen yang terintegrasi dengan pola-pola baru web 2.0, yaitu komunikasi antarkaryawan secara horisontal karena pada dasarnya perusahaan yang terkena penyakit “Corporate Inertia” ini adalah perusahaan yang berusia cukup lama, sehingga ada 2 generasi yang berada dalam managemen itu, sehingga saya jamin akan sering terjadi “war in the board room” di mana kaum muda akan terus berbeda pendapat dengan generasi tua. Seperti kata bung Karno “1.000 manusia tua tidak dapat mengubah dunia, tapi 1 anak muda dapat mengubah negara ini” sehingga kesimpulannya bahwa sifat untuk selalu dihormati orang-orang tua dalam sebuah organisasi atau manajemen itu harus dihilangkan. Agar kaum muda juga dapat didengar pendapatnya.
Nah, itu beberapa langkah pertama untuk menanggulangi masalah yang terjadi dalam perusahaan teman saya, mungkin banyak cara atau model lain dalam penanggulangannya. Saya sangat terbuka untuk menerima saran, kritik yang dapat disampaikan dalam kotak komentar ini…
Tidak ada yang ASLI tanpa ada yang PALSU
*Ilustrasi dari http://www.cyber-swift.com
01 Februari 2011
Resensi Buku: Radical Management & Alignment
Tadi malam, sepulang dari hadiri reuni eks paryawan/ti ARCO Indonesia, saya mengisi waktu dengan membaca buku yang kemaren baru dibeli di Kinokuniya, judulnya agak panjang "The Leader's Guide to RADICAL MANAGEMENT, Reinventing the Workplace for the 21st Century, How to Inspire Continuous Innovation, Deep Job Satisfaction and Client Delight" terbitan 2010 yang ditulis oleh Stephen Denning, penulis buku The Secret of Leadership dan The Leader's Guide to Storytelling.
Penulis menawarkan "pandangan" (belum menjadi teori) yang dikatakannya sebagai "radikal" dan "berbeda" dalam mengelola organisasi (manajemen). Harapannya, implementasi strategi (pandangan atau view ketika diimplementasikan di perusahaan berevolusi menjadi strategi) akan mengubah lingkungan pekerjaan menjadi semakin produktif, inovatif, menyenangkan sehingga berdampak pada peningkatan kinerja.
Pandangan ini (yang dikatakannya baru) disusun dalam 7 (tujuh) prinsip manajemen radikal dengan dukungan lebih dari tujuh puluh praktek bisnis yang ditulisnya dari hasil penelitian di banyak perusahaan (Di Amerika dan Eropa). Manajemen radikal memusatkan perhatian (fokus) keseluruhan elemen organisasi pada sasaran yang secara konstan meningkatkan nilai (value) yang diberikan kepada pelanggan (clients atau customers); dan tidak semata-mata menghasilkan barang/jasa dan memberikan deviden kepada pemilik perusahaan.
Ketujuh prinsip yang saling terkait tersebut bersama - sama menyusun model logika (mental model) baru manajemen: fokus keseluruhan sumber daya organisasi pada upaya memuaskan pelanggan; bekerja dalam kelompok yang mandiri; beroperasi sesuai dengan jadwal yang disepakati dengan pelanggan (pemberi kerja); setiap pekerjaan yang diserahkan kepada pemberi kerja harus memenuhi kualitas yang diperjanjikan; mengupayakan transparansi secara radikal; menumbuh-kembangkan ketrampilan personalia secara berkelanjutan; dan berkomunikasi secara interaktif. Penulis berhipotesis, implementasi tujuh prinsip secara simultan, kontinyu dan konsisten akan memberi inspirasi bagi tingginya produktivitas, inovasi, kepuasan terhadap pekerjaan, dan pemenuhan harapan atas kepuasan pelanggan.
Untuk mencapai inti dari apa yang ingin ditawarkannya, penulis mengawali dengan mengajukan pertanyaan what is good? who is it good for? is it good for organization? is it good for those doing the work? is it good for those for whom the work is done? dan is it good for society at large? guna menjawab sederet pertanyaan ini kemampuan komunikasi menjadi syarat dasar yang harus dimiliki oleh setiap manajer. Manajer dan anak-buahnya harus terlibat dalam komunikasi yang interaktif, dua arah; bukan hanya perintah searah; menggunakan narasi yang otentik, pertanyaan terbuka, dan kemampuan mendengarkan setiap percakapan dengan baik; dari pada hanya memperlakukan orang lain secara manipulatif.
Membaca halaman demi halaman, memberi gambaran yang semakin jelas apa yang ingin disampaikan penulisnya. mengapa radikal manajemen diperlukan bahkan dianjurkan? faktanya banyak perusahaan yang sudah berjaya puluhan bahkan lebih dari seratus tahun, dengan menguasai pangsa pasar tidak hanya di negaranya melainkan sudah merambah ke berbagai negara, ambruk dan harus rela digusur oleh perusahaan kecil yang baru muncul. ada juga kasus lain yang memberikan pelajaran bagaimana perusahaan yang relatif baru, dalam tempo relatif singkat melejit kinerjanya namun sesingkat itu pula turun drastis bahkan harus dilikuidasi. Penulis juga menyajikan kisah-kisah bagaimana pegawai perusahaan yang semula menikmati pekerjaannya, loyal, produktivitasnya tinggi, dengan berjalannya waktu menjadi bosan, hilang motivasi kerjanya, dan akhirnya kinerja individu menurun yang pada gilirannya berdampak pada penurunan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Penulis memperkenalkan istilah "Paradoks Manajer Sukses" suatu peristiwa yang menggambarkan keadaan di mana para manajer dan pekerja mendapat gaji yang cukup, menyelesaikan pekerjaan yang menurutnya dilaksanakan dengan baik, perusahaan mendapat laba yang cukup; namun teryata perusahaan tidak produktif, masing-masing individu baik manajer maupun staf hanya mementingkan tugasnya sendiri. ketidak-produktifan ini baru terlihat ketika perusahaan di-benchmark dengan perusahaan sejenis lainnya. ada yang penguasaan pasarnya paling dominan, namun tingkat keuntungannya (profitabilitas) paling rendah. dalam jangka panjang, perusahaan yang mengidap paradoks manajer sukses ini dapat diperkirakan akan dilewati oleh para pesaingnya. baik karena pelanggan lama-kelamaan tak puas atas pelayanan yang diberikan, tak adanya inovasi, atau rendahnya profitabilitas akan berdampak pada kemampuan berinvestasi memperbaharui mesin dan teknologi guna meningkatkan produktivitas, maupun timbulnya konflik internal yang kemungkinan besar berdampak pada berkurangnya kenyamanan kerja.
Semalam saya belum selesai membaca buku ini, terhenti karena sudah ngantuk. Pagi tadi selepas subuh, sebelum koran pagi datang saya raih ALIGNMENT bukunya Robert S Kaplan dan David P. Norton terbitan 2006, karena merasa ada yang saling nyambung di antara dua buku ini. kalau Mas Denning menawarkan Manajemen Radikal, Pak Kaplan dan Paman Norton menawarkan Penyelerasan (alignment) dalam pemanfaatan berbagai sumber daya di dalam perusahaan. Kaplan dan Norton memberikan ilustrasi bagaimana dalam festival dayung para pedayung harus membangun harmoni (keselarasan) di antara mereka. masing-masing pedayung adalah sumber daya penting bagi maju dan terarahnya sampan hingga ke titik sasaran.
Denning menawarkan kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama diikuti inovasi transparansi dan komunikasi, Kaplan dan Norton pun sependapat hanya saja bahasanya yang berbeda, Kaplan menggunakan formula value creation = customer derived value + enterprise derived value. dalam tataran strategy, Kaplan dan Norton (pencetus gagasan Balance Score Cards mengutamakan kinerja keuangan yang harus dicapai agar perusahaan berkelanjutan. Kaplan dan Norton pun menyadari bahwa pencapaian secara optimum kinerja keuangan hanya dimungkinkan bila harapan customer terpenuhi yang dihasilkan dari operasional internal yang efisien dan dikerjakan oleh personalia yang terampil (skillful) terlatih dan gembira.
Pada akhirnya, mengikuti iklan produk minuman botol, apapun strateginya, sasarannya tetap sama, profitabilitas guna menjamin eksistensi dan pertumbuhan. pada tataran taktis pun tak beda banyak, kepuasan pelanggan menjadi pemicu di depan, diikuti dengan proses dan kemampuan personalia mengelola dengan baik sumber daya perusahaan, dan last but not least, memahami serta menjadi bagian dari perubahan pasar yang selalu dinamis.
Mas Wigrantoro Roes Setiyadi mengajak Anda
Membangun Teknologi Bermartabat
06 Januari 2009
Serba Serbi NPWP
PERATURAN BARU, biasanya langsung membuat panik, takut, dan curiga. Sama ketika pemerintah mensosialisasikan peraturan baru pembuatan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) bagi setiap warganya yang sudah berpenghasilan.
Reaksi ini berpangkal dari ketidaktahuan masyarakat terhadap kebijakan itu. Berikut ini informasi seputar pajak dan NPWP, yang dijawab oleh Djoko Slamet Surjoputro, Direktur Penyuluhan Perpajakan dari Direktorat Jenderal Pajak.
Mengapa NPWP Baru Diwajibkan?
NPWP adalah kewajiban yang sudah lama ada dan diatur dalam Undang-Undang Pajak. Awalnya, karyawan yang penghasilannya dari satu sumber/istrinya, tidak diwajibkan. Kini, tiap orang yang berpenghasilan di atas PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) wajib memiliki NPWP. Mulai 2009, besar PTKP ini Rp. 15,84 juta/tahun atau Rp 1,32 juta/bulan. Semua hak dan kewajiban wajib pajak akan dicatat dan disimpan dalam sistem administrasi berbasis TI (Teknologi Informasi). NPWP inilah yang menjadi identitas pencatatan data tiap wajib pajak. Makanya, tiap nomor itu unik dan tak ada yang kembar.
Adakah Sanksi Bagi Yang Tidak Punya NPWP?
Bila sampai batas akhir yang ditentukan (31 Desember 2008) terbukti bahwa seorang wajib pajak sengaja tidak mengurus NPWP, sanksi terberatnya adalah pidana. Untuk mempermudah pendaftaran, kami membuka pendaftaran online lewat e-registration di www.pajak.go.id. Atau, para wajib pajak juga bisa mengurusnya langsung di Kantor Pelayanan Pajak, atau mendatangi gerainya di sejumlah mal atau tempat strategis di seluruh Indonesia. Mereka yang tak memiliki NPWP akan menerima pemotongan pajak 20% lebih tinggi untuk PPh 21 (potongan pendapatan yang dilakukan oleh pemberi kerja) bagi karyawan. Sanksi ini akan makin besar (sampai 100%) pada mereka yang memiliki usaha jasa persewaan atau rekanan pemerintah.
Apa Saja kegunaan NPWP?
NPWP menjadi identitas penting untuk kegiatan ekonomi lain. Memohon kartu kredit dari bank, membuka deposito, atau membeli properti (rumah, rusunawa, rusunami) juga membutuhkan NPWP sebagai alat penjaminan atau prasyarat. Mulai tahun depan, fasilitas bebas fiskal sudah bisa dinikmati oleh para pemilik NPWP.
Bebas Fiskal Ini Untuk Seluruh Anggota Keluarga?
Peraturan pemerintah ini sedang dalam tahap penggodokan. Mungkin bisa dari batasan usia. Tapi, peraturan ini tidak kaku. Artinya, jika anak itu masih dalam tanggungan orangtua, akan dipertimbangkan.
Dalam Satu Keluarga, Suami-Istri Wajib Punya?
Digabung dengan NPWP salah satu pasangan, atau masing-masing, tak masalah. Kedua pilihan ini tidak memiliki perbedaan dalam pajak terutangnya (besar pajak yang harus disetor ke pemerintah). Sebab, saat penghitungan pajak, penghasilan tetap digabung, atau dibagi secara proporsional, bila memiliki NPWP berbeda (UU PPh tahun 2000). Bedanya, jika terpisah, masing-masing wajib membuat SPT sendiri. Bila pasangan itu nantinya bercerai, maka mereka bisa mengurus pemisahan NPWP di kantor pajak setempat. Atau, jika masih lajang Anda sudah memiliki NPWP, maka NPWP ini dapat dipertahankan, alias tak perlu digabung dengan suami.
Jika Tak Berpenghasilan Tetap, Apakah Harus Punya NPWP?
Tak masalah. Laporkan perkembangan keuangan Anda secara transparan dalam SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan). Tulis apa adanya, termasuk ketika pendapatan Anda turun naik. Bahkan, jika tahun tersebut Anda sama sekali tak punya pendapatan, tulis saja nihil. Tapi, laporan ini akan melalui tahap verifikasi, sebelum disetujui.
Saya Sudah Punya NPWP, Tapi Perusahaan Mengurus Juga Kolektif. Apakah Saya Dipungut Pajak Dua Kali?
Tidak, karena data Anda masih tersimpan di kantor pajak. Tapi, Anda bisa melapor ke kantor pajak untuk menghapus salah satunya. Anda juga tidak perlu mengurus yang baru saat pindah kerja. Seandainya ada perubahan nominal gaji, laporkan saja dalam SPT.
Pada Pertengahan Tahun Mengalami Kebangkrutan, Apakah Di Akhir Tahun Harus Tetap Membayar Pajak?
Laporkan saja kondisi Anda ini kepada otoritas pajak, disertai permohonan untuk menyetop PPh Pasal 25 (Cicilan Pajak Penghasilan), pajak penghasilan yang disetor per bulan. Permohonan ini akan ditindaklanjuti dengan melakukan penelitian. Jadi, berlaku self assessment, artinya tiap wajib pajak harus proaktif melapor, menghitung, dan membayar sendiri kewajiban pajaknya.
Bekerja di Lembaga Internasional Yang Pendapatannya Tak Kena Pajak, Apakah Harus Mengurus NPWP?
Dalam undang-undang perpajakan, kasus seperti ini diatur melalui azas resiprokal atau timbal balik. Pembebasan pajak ini hanya berlaku untuk lembaga-lembaga internasional, yang namanya tercantum sebagai non-subjek pajak. Daftar nama ini mengacu pada peraturan menteri keuangan. Tapi, hal ini hanya berlaku untuk lembaganya, sedangkan karyawan WNI yang bekerja di situ tetap diharuskan membayar pajak layaknya warga negara Indonesia yang lain.
Apakah Penghapusan Pajak Terutangnya Juga Termasuk Sebagai Satu Bentuk Kebijakan Sunset Policy?
Kebijakan penghapusan sanksi pajak ini hanya berlaku sekali saja di tahun ini, tepatnya berlaku dari 1 Januari 2008 hingga 31 Desember 2008. Makanya, kami menyebutnya dengan istilah Sunset Policy. Jadi, yang dihapus adalah sanksi pajak per bulan yang sebesar 2% itu. Tapi, pokok pajak per tahunnya harus tetap dilunasi.
Apakah WNA Juga Merupakan Wajib Pajak?
WNA yang tinggal di Indonesia selama 183 hari berturut-turut, secara otomatis menjadi subjek pajak dalam negeri dan terkena world wide income. Jadi, semua penghasilan dari usaha di luar negeri menjadi objek pajak juga. Tapi, penghasilan yang sudah dipotong pajak luar negeri bisa dikreditkan atau dikurangkan pada total pajak terutang yang harus dibayarkan kepada pemerintah. Dengan demikian, tak terjadi double taxation alias pajak berganda. Jadi, jika suami Anda adalah WNA, suami harus tetap memiliki NPWP, meskipun ia tidak memiliki pekerjaan atau bisnis di Indonesia. Sementara itu, Anda boleh ikut NPWP suami, atau memiliki sendiri.
Saya di Entertainmet, Apa Beresiko Double Taxation? Selain Membayar Lewat Production House (PH), Ada Pula Pajak Perseorangan.
Anda harus meminta bukti dari PH yang memperkerjakan Anda. Jika tidak, Anda tidak bisa membuktikan bahwa potongan tersebut disetorkan kepada negara. Jangan-jangan, malah masuk kantong sendiri. Sertakan bukti pemotongan tadi dalam SPT Anda, untuk dikreditkan dari pajak terutang yang harus Anda bayar tahun itu. Semua transaksi direkam melalui sistem teknologi informasi canggih. Kalau PH Anda belum menyetor, pasti akan ketahuan.
*Serba-Serbi Sunset Policy:
*
Sunset Policy merupakan bentuk kebijakan pemberian fasilitas perpajakan yang hanya berlaku dari 1 Januari 2008-31 Desember 2008. Bentuk fasilitasnya berupa penghapusan sanksi administrasi perpajakan, berupa bunga sebesar 2% per bulan (Pasal 37 A Undang-Undang Ketentuan Umum
dan Tata Cara Perpajakan).
Selain terbuka bagi wajib pajak yang telah memiliki NPWP, Sunset Policy ini juga dapat dimanfaatkan oleh Wajib Pajak perseorangan yang belum memiliki NPWP.
Berikut langkah-langkahnya:
1. Daftarkan diri untuk memperoleh NPWP secara langsung ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayah tinggal, atau dapat pula melalui e-registration di www.pajak.go.id
2. Mengisi SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2007 dan tahun-tahun sebelumnya (sejak memperoleh penghasilan di atas PTKP).
3. Melunasi pajak yang harus dibayar berdasarkan SPT Tahunan PPh ke Bank Persepsi, Bank Devisa Persepsi, Kantor Pos Persepsi dengan menggunakan Surat Setoran Pajak (SSP).
4. Menyampaikan SPT Tahunan PPh yang dilampiri dengan SSP, paling lambat 31 Maret 2009 ke KPP Domisili (KPP tempat wajib pajak terdaftar).
21 Desember 2008
Menyusun Proposal Usaha
a. Investor atau bank dapat memahami dengan baik usulan usaha yang ditawarkan.
b. Investor atau bank dapat memberikan penyertaan modal atau pinjaman yang diperlukan.
c. Memperoleh kesempatan mengembangkan usaha ke skala yang lebih besar.
d. Mendapatkan calon relasi usaha yang lebih luas.
Berikut adalah susunan dari suatu proposal usaha pada umumnya:
1. Judul Proposal Usaha
2. Ringkasan Proposal Usaha
Pada dasarnya merupakan ringkasan gambaran proposal usaha. Biasanya investor atau bahkan pihak bank sebelum membaca secara lengkap mengenai proposal usaha yang ditawarkan, pertama ingin mengetahui lebih dahulu dengan cepat mengenai prospek usaha. Jika mereka tertarik, maka akan membaca secara lengkap proposal usaha yang kita ajukan. Namun bila tidak tertarik, pada umumnya calon investor atau bank kemungkinan besar akan menolak usulan usaha tersebut
3. Analisis Permintaan-Penawaran dan Persaingan Usaha.
Kelangsungan suatu kegiatan usaha bergantung kepada adanya kebutuhan atau permintaan atas barang dan jasa. Untuk mengetahui kebutuhan konsumen atau permintaan, diperlukan survei atau observasi (pengamatan)
Misalkan kita ingin membuka toko barang kebutuhan sehari-hari maka sebaiknya dilakukan pengumpulan data untuk dilakukan perhitungan-
- Jumlah KK 500
- Pendapat rata-rata/per bulan per KK Rp 1.000.000,00
- Prosentase biaya hidup dibandingkan pendapatan adalah 80 % atau Rp 800.000,00
- Rata-rata biaya hidup utama (beras, lauk-pauk, sandang dll) adalah 60 % dari total biaya hidup 0.6 x Rp 800.000,00 = Rp 480.000,00
- Pendapatan yang dibelanjakan di lingkungan sendiri adalah 25% dari biaya hidup utama atau 25% x Rp 480.000,00 = Rp 120.000,00
Data itu menghasilkan kemungkinan belanja di lingkungan sendiri, misalnya 40% kepada pedagang keliling (lauk pauk) dan sisanya 60% ke toko kebutuhan hidup sehari-hari atau sebesar 0,6 x Rp 120.000,00 = Rp 72.000,00 karena itu, potensi permintaan kebutuhan hidup utama sehari-hari yang dapat dipenuhi melalui belanja toko adalah Rp 72.000,00. Per KK per bulan. Selain itu perlu pula pengamatan atas kedua toko yang ada di kawasan tersebut dengan mengetahui besarnya nilai dagangan kemampuan jual serta karakter pembeli (misalnya barang yang laku dan yang kurang laku). Jika hasilnya menunjukkan hanya sebagian kecil potensi permintaan yang telah digarap atau kita yakin bahwa kita dapat bersaing dengan toko yang sudah ada, maka masih terdapat peluang membuka usaha baru yang menjual kebutuhan hidup sehari-hari.
4. Aspek Produksi
Apabila dalam usulan usaha terdapat kegiatan memproduksi suatu jenis barang maka dalam proposal tersebut sebaiknya dijelaskan mengenai teknologi yang diterapkan, mesin dan peralatan serta spesifikasi harga. Juga sebaiknya dijelaskan proses produksi secara singkat, bagan dan arus produksi, kapasitas produksi yang direncanakan, rencana produksi dan karyawan yang dibutuhkan.
Penting juga dijelaskan mengenai bahan baku dan bahan pembantu untuk memproduksi barang tersebut. Penjelasan tersebut dapat mengacu kepada
a. Sumber dan ketersediaan bahan baku dan bahan penolong.
b. Mudah tidaknya pengadaan bahan baku dan bahan pembantu.
c. Volume bahan baku dan bahan penolong yang diperlukan sesuai dengan rencana produksi.
d. Sistem pembelian bahan baku apakah tunai atau kredit.
Hal yang perlu diterangkan, adalah lokasi usaha, bisa dengan cara membuat gambar peta lokasi usaha secara kasar, termasuk status kepemilikannya.
5. Rencana Pemasaran
Apabila ingin membuat rencana pemasaran maka hal terpenting yang harus dijelaskan minimal mencakup 4 aspek meliputi produk yang akan dibuat atau dijual, harga berapa produk tersebut akan dijual, promosi yang akan dilakukan dan di mana serta ke mana produk tersebut akan dipasarkan atau sering disebut dengan istilah saluran distribusi. Rencana pemasaran dalam jargon pemasaran dikenal sebagai Marketing Mix (Bauran Pemasaran) yang terdiri dari 4 P : Product, Price, Promotion dan Place.
6. Rencana Keuangan
Proyeksi atau rencana keuangan umumnya dibuat dalam jangka waktu 5 tahun dengan periode tahunan atau minimal setahun dengan periode bulanan. Jadi misalkan proyeksi keuangan 5 tahun maka sebaiknya dibuat proyeksi keuangan tahun ke 1 sampai dengan tahun ke 5. Apabila proyeksi keunagan cuma setahun maka dibuat proyeksi bulanan yaitu dari bulan Januari sampai Desember.
Rencana atau proyeksi keuangan minimal terdiri dari :
- Proyeksi laba rugi
- Proyeksi neraca
- Proyeksi arus kas (sumber dan penggunaan dana)
Dalam membuat rencana atau proyeksi keuangan maka yang perlu diperhatikan adalah membuat asumsi-asumsi yang bersifat realistik sebagai dasar pembuatan proyeksi atau rencana keuangan. Didasarkan atas asumsi-asumsi yang realitik dan wajar maka proposal usaha dapat memberikan gambaran kepada calon investor tentang kemungkinan laba dan risiko yang mungkin terjadi apabila asumsi penjulan dan asumsi biaya tidak tercapai.
Asumsi-asumsi yang penting untuk dilakukan adalah :
I. Asumsi produksi
a. Jam dan hari produksi (per hari, per minggu, per bulan, dan per tahun)
b. Kapasitas produksi (per jam, per minggu, per bulan dan per tahun)
c. Berapa produksi barang yang dihasilkan (harian, mingguan, bulanan, tahunan)
II. Asumsi Penjualan
a. Hari penjualan (dalam seminggu, dalam sebulan dan dalam setahun)
b. Harga jual barang atau jasa (per unit, per lusin, per boks dan lain-lain)
c. Penjualan pada saat awal periode penjualan (minggu pertama, bulan pertama, tahun pertama)
d. Pertumbuhan penjualan dalam periode tertentu (mingguan, bulanan, tahunan)
III. Asumsi Biaya
a. Biaya produksi langsung
b. Biaya bahan baku
c. Biaya bahan penolong
d. Biaya tenaga kerja
e. Biaya administrasi
f. Biaya penjualan
g. Biaya bunga pinjaman
h. Biaya lain-lain
Berdasarkan rencana atau proyeksi keuangan yang dibuat berdasarkan asumsi-asumsi yang realitis tersebut maka sebagai kesimpulannya dapat dihitung dan disajikan beberapa evaluasi keuangan. Evaluasi keuangan dapat menggunakan beberapa parameter finansial dasar yang umum dioakai dalam menentukan layak tidaknya suatu proyek usaha untuk dijalankan atau tingkat profitabilitas suatu usaha. Parameter-parameter tersebut adalah a). net present value (NPV), b). internal rate of return (IRR), c). return on investment (ROI), dan d). payback period (PP).
7. Lampiran
Informasi tambahan lain yang mendukung dan penting, dapat disertakan dalam lampiran proposal usaha seperti :
a. Struktur Organisasi dan manajemen.
b. Jaminan, khususnya bila kita ingin meminjam dari bank tentunya diperlukan jaminan, sehingga apabila kita memiliki asset yang dapat dijaminkan maka dapat dicantumkan wujud jaminannya seperti tanah dan bangunan, mesin serta jaminan lain.
c. Gambar-gambar atau foto-foto pendukung.
d. Fotokopi dokumen-dokumen resmi perusahaan seperti: SIUP, TDP, NPWP, Akta Pendirian.
e. Hal lain yang perlu ditambahkan.
Selamat membuat proposal usaha dan semoga berhasil menjadi wirausahaan yang tangguh dan sukses!***
13 Desember 2008
Cara Menulis CV Yang Menarik Perhatian
Anda sedang membuat lamaran kerja yang so powerful?
Di jaman sekarang, semua hal musti berkompetisi. Sekali Anda lewat,
peluang itu susah didapat kembali. Demikian juga Anda yang baru lulus sekolah atau sedang mencari kerja. Anda berkompetisi dengan ratusan pelamar kerja untuk mendapatkan 1 posisi. Apalagi perusahaan yang dituju adalah perusahaan besar.
Sama seperti Anda memilih seorang presiden, yang pertama kali Anda
lihat adalah kesan pertamanya. Banyak orang yang tidak kenal dengan SBY, tapi mereka memilihnya. Karena SBY berhasil meyakinkan banyak pihak bahwa dia pantas menjadi presiden.
Entah Anda berkarir dalam bidang apa, semua orang wajib melampirkan CV saat memperkenalkan dirinya, kecuali sudah sangat terkenal sekali macam Obama, Oprah, Osama, dll. Bahkan SBY pun harus menyerahkan CV-nya ke KPU saat mendaftar jadi presiden. Dan tidak peduli Anda membuat dalam bahasa apa, sangat penting bagi Anda semua untuk menulis sebuah CV yang bisa membuat pembaca untuk terus membacanya. Ada banyak buku yang sudah mengajarkan tentang menulis CV. Tapi, yang saat ini kita bahas, syarat dasar yang penting yang harus ada dalam CV Anda. Apa itu?
1. PASANG FOTO
Saya urutkan ini di nomor 1. 90% orang (baca: pihak perusahaan) akan
membaca CV kita dengan mencari fotonya dulu. Kalau Anda tidak
pasang/lampirkan foto di CV, berapa % Anda kehilangan peluang? Kalau
Anda jawab 90%, Anda salah! Karena yang 10% itu juga tidak tertarik
dengan CV Anda. Jadi CV Anda sudah pasti tidak akan dibaca dengan
serius oleh 100% yang membukanya. Akibatnya, Anda tidak akan
dipanggil-panggil untuk interview. Kecuali cuma Anda sendiri (tidak
ada orang lain) yang kirim CV ke perusahaan tsb hehe...
Syarat-syarat foto yang menarik:
- Pakailah jas gelap berdasi(pria) atu blazer (wanita).
- Jangan memakai singlet, T-shirt, atau kutang berwarna dalam kemeja
saat foto.
- Cuci dengan ukuran 4x6.
- Background warna biru muda atau putih adalah warna yang paling menarik.
- Tersenyum.
- Rambut yang rapi.
- Cuci dengan kertas glossy (yang tidak mengkilap).
Saya menemukan masih banyak orang yang mengirim CV tanpa foto.
2. HEADLINE YANG PENTING dan MENARIK
Poin yang harus ada di CV:
- Nama:
- Tanggal Lahir:
- Alamat:
- Telepon:
- Email:
Aturlah tulisan dengan design yang menarik. Beri warna sedikit pada tulisan headline, tidak usah terlalu norak dan terlalu banyak warna. Warna ini bertujuan untuk menarik perhatian orang. Warna emas adalah salah satu warna favorit saya hehe..
Jangan lupa, tulis nomor telepon dengan terpisah. Contoh, telepon 08121111171. Jika Anda menulis begini, siapa pun pusing membacanya. Penulisan telepon yang lebih baik adalah 0812 11 11 171. Pemisahan bertujuan membuat orang lebih enak membacanya.
3. ISI CV
- Jaman sekarang, CV dalam bahasa asing lebih unggul daripada bahasa Indonesia.
- Tulis singkat saja. Misal pengalaman kerja Anda: Thn 1990-2000 di PT Maju Kena Mundur Kepeleset Tbk sebagai Senior Marketing Supervisor. Anda tidak perlu menjabar semua tugas detil Anda di CV. Tugas detil dijelaskan saat Anda interview. Cukup tulis beberapa prestasi Anda saja di kolom Achievement.
- Jika Anda mengirim CV berupa file di email, satukan semua gambar-gambar ijazah, transkrip, dll ke 1 file, biasanya MS Word. Jadikan Word itu 4-5 halaman daripada pecah jadi 4-5 file. HRD tidak suka men-download terlalu banyak file.
- Menggunakan nama email yang bagus, bukan: cewe_cantik2001@
- Subject email yang tepat, misal: Jusuf Kalla CV. Jangan cuma: Hi, Halo, Numpang Tanya, CV, Lamaran.
- Pengalaman kerja yang kurang dari 6 bulan tidak usah ditulis. Ini membuktikan 2 hal: Anda orangnya tidak betah atau performance Anda kurang.
- Lampirkan bukti berupa foto, gambar, atau sertifikat penghargaan/
Selamat membuat CV!
p.s.: Jika Anda terima attachment, jangan buka file yang berakhiran: .exe, .com, .bat, .scr, .pif, .msi
02 Desember 2008
Pendahuluan Kepemimpinan, Manajemen Perubahan dan Komunikasi
Apa ini mungkin ada pesan lainnya? Terkait dengan perubahan, pemimpin yang baik mengirimkan sejumlah pesan. Semuanya tercantum di bawah ini.
Pemimpin berkomunikasi:
- A) rasa percaya diri dan kontrol (atau sekurang2nya itu) karyawan.
- B) perasaannya tentang perubahan.
- C) tingkatan kemampuan dari karyawan untuk dicapai melalui perubahan yang dia percayai.
- D) rasa tujuan dan komitmen (atau sekurang2nya itu).
- E) tingkatkan reaksi dan perasaan karyawan yang dapat dia terima
- F) harapan tentang perilaku yang dianggap layak atau tidak pantas (mis. isu).
- G) tingkatan "terhubung ke" situasi karyawan dan satu perasaan dengan mereka.
Adalah jelas bahwa jika pemimpin berkomunikasi secara efektif, dia akan mengirim pesan dengan penurunan resistensi, dan mendorong bergerak melalui perubahan secara lebih efektif dan positif. Batas bawah yang sejalan dengan semua ini adalah jika Anda menggenggam berkomunikasi dengan karyawan, bahkan perubahan kecil dapat menyebabkan masalah jelek.
26 November 2008
How To Be A Better Manager
With 'flatter' organizations and self-directed teams becoming common; with personal computers and networks making information available to more people more quickly; the raw number of managers needed is decreasing. However, the need for good managers, people who can manage themselves and others in a high stress environment, is increasing.
Here are some things that make you a better manager(It is as much trainable skill as it is inherent ability; as much science as art.):
As a person:
You have confidence in yourself and your abilities. You are happy with who you are, but you are still learning and getting better.
You are something of an extrovert. You don't have to be the life of the party, but you can't be a wallflower. Management is a people skill - it's not the job for someone who doesn't enjoy people.
You are honest and straight forward. Your success depends heavily on the trust of others.
You are an includer not an excluder. You bring others into what you do. You don't exclude other because they lack certain attributes.
You have a 'presence'. Managers must lead. Effective leaders have a quality about them that makes people notice when they enter a room.
On the job:
You are consistent, but not rigid; dependable, but can change your mind. You make decisions, but easily accept input from others.
You are a little bit crazy. You think out-of-the box. You try new things and if they fail, you admit the mistake, but don't apologize for having tried.
You are not afraid to "do the math". You make plans and schedules and work toward them.
You are nimble and can change plans quickly, but you are not flighty.
You see information as a tool to be used, not as power to be hoarded.
Take a look at yourself against this list. Find the places where you can improve and then get going. And, if you need help, remember that's what this site is all about - Helping new managers get started and experienced managers get better.
20 November 2008
Membangun Wealthy Mindset
I made a small fortune.
I made a lot of money and I made a lot of other people wealthy.
(Jim Cramer)
Buku yang ditulis Steve Mariotti dan Mike Caslin benar-benar bacaan yang menarik. Buku berjudul The Very-very Rich ini memuat kisah spektakuler orang-orang terkaya di dunia. Saat usai membaca kisah demi kisah, saya menemukan kemiripan yang menjadi benang merah di antara para biliuner itu.
Ada satu hal menarik. Meskipun mereka berasal dari latar belakang hidup yang berbeda, tapi mereka mempunyai persepsi yang sama pada uang. Inilah konsep yang saya dapatkan dari Bob Proctor, seorang trainer terkemuka di bidang financial awareness tentang wealthy mindset atau pola pikir orang kaya.
Secara umum, wealthy mindset diartikan sebagai sebuah pola pikir, apa pun kondisi dan situasi orang saat ini, memandang positif hidup finansialnya. Selama Anda terus melihat diri Anda bermandikan kelimpahruahan finansial, sikap dan tindakan Anda itu akan memanifestasikan kondisi keuangan yang Anda dambakan. Bila Anda memiliki wealthy mindset ini, pikiran Anda akan berdampak pada tindakan. Laksana sentuhan Midas yang menjadikan apa pun yang dikerjakan saat ini menghasilkan kelimpahan.
Setiap hari kita bisa menciptakan mindset ini dalam diri kita sendiri. Ada beberapa tips yang layak diperhatikan. Pertama, Anda perlu mengatasi keyakinan yang membatasi Anda saat ini soal uang. Ternyata, banyak orang tanpa sadar memiliki keyakinan keliru soal uang. Dalam sebuah seminar, saya beberapa kali melakukan 'sentence completion test' di mana para peserta saya minta melengkapi kalimat yang ada. Tatkala saya mengatakan "uang adalah...", ada yang menyahut "bikin repot," "susah dicari", "butuh perjuangan besar untuk mendapatkannya." Bahkan, ada yang lebih parah mengatakan "uang sebagai akar dari segala kejahatan."
Keyakinan ini tanpa disadari telah membatasi kemampuan mereka untuk hidup nyaman dengan uang. Memang kita tidak mau ambisius mengangung-agungkan uang. Tapi, pandangan yang tepat soal uang merupakan kunci kepemilikan atas uang secara sehat. Problemnya, ada yang terlalu overvalue pada uang sehingga bersikap kikir dan tamak. Ada pula yang bersikap mudah dengan uang sehingga segala yang diperoleh malah hilang. Lain lagi dengan orang yang yakin bahwa uang susah didapat.
Pertama, asal tahu saja, kita akan sulit mendapatkan dan memelihara apa saja kalau kita tidak mampu beresonansi dengan baik. Pikiran dan sikap kita seharusnya beresonansi dengan secara nyaman dengan uang. Faktanya, uang tidak mempunyai nilai absolut pada dirinya sendiri. Nilai yang didapat lewat proses memperoleh dan kegunaan uang itulah yang membuatnya berharga. Misalnya, uang bisa membuat hidup lebih nyaman, bisa ditukar dengan barang-barang kebutuhan, dan bahkan dalam jumlah yang cukup mampu membebaskan kita dari problem finansial. Artinya, keluarga juga bisa merasa aman-aman saja. Uang juga bisa membantu kita dalam menciptakan kehidupan sosial yang lebih baik.
Jadi, uang bukanlah sesuatu yang buruk maupun jahat. Ia menjadi hamba yang baik, tetapi tuan yang jahat. Pikiran yang nyaman dengan uang akan menjadi magnet bagi uang untuk singgah dalam kehidupan kita.
Kedua, membangun mindset adalah putuskanlah Anda ingin menjadi kaya. Jangan hanya berhenti di sini saja. Anda harus mempunyai alasan tepat mengapa Anda ingin menjadi kaya. Ada hukum tak tertulis, "Orang tetap miskin karena mereka belum memutuskan ingin menjadi kaya." Katakan "ya" pada kekayaan dan berupayalah mencapainya. Alasan yang mendasari hendaklah bisa diterima secara logis dan emosional.
Ketiga, putuskan seberapa sesungguhnya yang Anda inginkan. Misalnya, rekening Anda dengan Rp2 juta setiap bulannya memang mencukupi. Tapi, Anda ingin Rp50 juta per bulannya. Mungkin anda butuh cara lain. Yang terpenting, upaya menyiapkan pikiran dan hati. Kita tidak boleh mengada-ada. Butuh sikap bijaksana.
Keempat, lakukan brainstorming untuk menentukan bagaimana cara mendapatkan apa yang Anda inginkan. Pikiran harus dibiarkan berkembang mencari peluang demi mewujudkan cita-cita Anda. Mungkin awalnya Anda harus mulia dengan mendaftar 10 hingga 20 ide yang bisa Anda coba. Sebagai contoh Jeff Bezos yang memelopori Amazon.com memulai dengan membuat 20 daftar barang yang ia ingin jual melalui internet. Awalnya, sama sekali tidak terpikir bahwa bukulah yang akan laku ia jual. Tetapi, ia mencoba-coba berbagai idenya dan ternyata buku menjadi pilihannya yang terbaik.
Kelima, bayangkan seandainya Anda sudah bisa mendapatkan apa yang Anda inginkan. Lima tahun sebelum membeli rumahnya yang mewah, John Assaraf, salah seorang pengajar dalam buku The Secret telah membayangkannya setiap hari di dalam Vision Board yang ia buat. Jim Carrey, salah seorang bintang Hollywood menuliskan cek senilai $10 juta kepada dirinya sendiri, saat ia masih begitu miskinnya dan ia membayangkan hal itu bisa terbukti di tahun 1995. Ternyata, pada perayaan Thanksgiving, di tahun 1995 salah satu filmnya yakni "Ace Ventura: When Nature Calls" memberikannya penghasilan senilai $20 juta! Dalam hal ini, bayangkanlah pikiran serta diri kita telah siap menerima apa yang kita pikirkan. Hal inilah yang dilakukan oleh Wright Bersaudara saat membayangkan diri mereka terbang dan akhirnya mereka bisa membuktikan. Begitu pula yang terjadi dengan Columbus saat membayangkan dirinya berlayar.
Dalam hal ini, kita ingat kalimat yang diucapkan oleh Brian Tracy: "Semua perkembangan di dalam diri Anda dimulai dari perkembangan di dalam gambaran mental Anda".
~Tugas kita bukan untuk memastikan keberhasilan. Tugas kita hanya untuk memastikan bahwa kita mencoba, karena semua kesempatan untuk menang ada dalam upaya.~
Kunci Sukses Aristotle Onassis
* Jaga kulitmu agar tetap sehat. Karena kulit yang sehat akan tampak seperti orang yang banyak uang.
* Usahakan tersenyum, jangan suka cemberut. Perlihatkan bahwa segalanya beres. Dan, tunjukkan bahwa hidupmu sehari-hari selalu tampak menyenangkan.
* Jaga penampilanmu. Jangan pernah memperlihatkan dan menceritakan kemelaratanmu kepada siapapun. Karena biasanya orang benci pada orang yang melarat.
* Jangan tidur terlalu banyak. Kalau dapat mengurangi tidur 3 jam sehari, maka dalam setahun akan menambah waktu 1,5 bulan untuk meraih sukses.
* Makan secukupnya dan hindari makan enak. Jangan makan sambil bicara bisnis, tunggu sampai selesai dulu. Jangan menghabiskan waktu berjam-jam di meja makan selagi ada pekerjaan mendesak, yang menanti untuk segera diselesaikan.
* Kalau tidak punya modal, pinjam dulu dalam jumlah besar. Jangan meminjam dalam jumlah sedikit. Lalu segera kembalikan, jangan sekali-kali menunda jadwal pembayaran. Ini menyangkut reputasi, buat pemodal atau Bank percaya padamu.
* Pilihlah teman yang dapat mendorong prestasimu. Dan, berusahalah terus sampai berhasil. Hindari orang yang suka mematahkan semangatmu.
* Dengarkan orang lain. Buatlah orang lain merasa senang. Hormati mereka, maka kita akan dihormati oleh semua orang. Ini adalah kunci suksesku yang utama.
24 Oktober 2008
Cinta bukan hanya sekedar ungkapan emosi
hampir semua cerita tentang sukses dan bahagia tidak terlepas dengan kata Kasih atau mencintai.
- Mencintai adalah sasaran utama, sasaran yang lain adalah tambahan atau bonus, misalnya uang, sukses, kesenangan, kedudukan, nama baik. Mendapatkan semuanya tanpa mencintai pekerjaan akan berakhir dengan kehampaan, atau…
- Menggabungkan pekerjaan dengan mencintainya memberikan suatu hal yang positif dan terbaik dalam kehidupan, Kasih akan menjadikan pemimpin lebih baik lagi, membuat kita memberikan yang terbaik
Sebelum kita mendedikasikan kehidupan kita untuk orang, perkawinan, keluarga, perusahaan, ataupun apapun, mulailah dengan mendedikasikan diri kita terhadap “Kasih”, biarlah cinta menjadi tujuan dan menjadi inspirasi, mendukung dan menuntun langkah kita untuk dedikasi yang lain. Sekarang banyak perusahaan yang menyadari betapa pentingnya mencintai, bekerja dengan hati didalam perusahaan, sehingga perusahaan tidak malu malu lagi menggunakan kata kata mencintai, hati, jiwa, empati, karena mencintai adalah dasar utama yang mencakup seluruh kehidupan, tidak hanya masalah pekerjaan.
Beberapa ungkapan dan penggunaan manajemen yang berdasarkan love and compassionate sebagai berikut:
- Annita Roddick pendiri body shop mengatakan bahwa kegagalan dari suatu perusahaan umumnya karena tidak adanya kesatuan antara Love and work; kebanyakan perusahaan besar tidak menyebutkan kasih dalam kredo bisnisnya
- Samsung Electronics, sebagai perusahaan uang mengutamakan inovasi, teknologi dan desain yang sensasional, meluncurkan GWP - Great Working Place
program, menciptakan iklim saling percaya, lingkungan kerja yang menyenangkan dan meningkatkan kebanggaan, yang intinya berusaha lebih menyentuh hati para karyawannya
- Banyak perusahaan yang melakukan brand assimilation yaitu suatu kegiatan marketing internal didalam perusahaan sendiri untuk menyentuh hati karyawannya agar dapat menjadi duta dari merk mereka kepada masyarakat dan konsumen
Bagaimana kita mengetahui bahwa suara hati yang kita ikuti adalah suatu intuisi yang benar?
Suara hati yang benar dan diikuti biasanya memiliki tanda tanda yang positif misalnya kedamaian jiwa kita, kebahagiaan dan akan adanya beberapa mukjijat berupa berbagai keberuntungan dalam setiap langkah dan perjalanan sukses.
Mengikuti kata hati akan memberikan kita energi, peningkatan daya tahan, keberanian. Hal yang sangat diperlukan adalah keyakinan dan kesabaran. Akibatnya, hal hal yang kita kerjakan dengan mengikuti kata hati akan membuat kita BAHAGIA dan tentunya sekeliling kita akan merasakan manfaat akan hasil yang kita capai.
Contohnya penyanyi Opie Andaresta, seorang penyanyi terkenal yang sukses dalam menyanyikan lagu lagu balada yang sangat indah. Namun menurut pengakuannya, hatinya selalu merasa terburu-buru. Selalu ingin bergerak. Tidak tenang, tidak damai. Selalu ada yang kurang dan harus dikejar. Hidupnya terasa melelahkan. Akhirnya dia bingung dan tidak lagi bisa berkarya dengan baik, karena selalu merasa kurang. Setelah dia belajar melukis (bukannya menyanyi), dia menemukan panggilan hidupnya, jati dirinya, sehingga berdamai dengan jiwa dan hidupnya.
Tentunya sebelum kita mengikuti kata hati dan mengembangkan talenta, ada hal hal yang harus kita tanyakan sebagai berikut:
1. Hal hal apa yang akan membuat kita bahagia dan ingin kita lakukan setiap saat (what makes us happy and passionate?)
2. Apakah bakat dan talenta saya? Dan bagaimana saya harus mengembangkannya?
Kita patut untuk membuat daftar dari hal hal tersebut diatas agar dapat menemukan hal-hal yang kita cintai untuk kita kerjakan. Jika kita dapat menemukan hal tersebut, maka semangat dari hati kita akan mendorong dan memberi motivasi untuk lebih kreatif dan bekerja keras.
Ciri-ciri hal yang membuat kita bahagia akan berbeda untuk setiap orang, namun apabila setiap pagi kita mudah terbangun, bersemangat (misalnya akan main golf, bahkan jam 4 pagi sudah terbangun), sampai lupa waktu dan tidak kenal lelah serta hal-hal lain yang membuat kita bahagia seperti mengajar, menolong orang lain adalah hal hal yang dapat kita masukan kedalam dream lists.
Bakat atau talenta adalah sesuatu yang kita miliki dan diberikan oleh pencipta kita, namun apabila tidak kita kembangkan, maka talenta kita tidak akan tumbuh. Untuk mengembangkan talenta, kita perlu bekerja keras, namun dengan sepenuh hati, dan otomatis kita dapat menjadi yang terbaik.
- Dapatkah Uthe (Ruth Sahanaya), Vina Panduwinata, Rio Febrian, Andre Hehanusa menjadi penyanyi dengan suara yang khas digandrungi oleh banyak orang tanpa berlatih vocal, gaya , ekspressi selama ratusan bahkan ribuan jam?
- Candra Wijaya dan Tony Gunawan sudah layak pensiun diusia yang lebih dari 30 tahun, mereka sudah keluar dari pelatnas, namun masih menjadi juara dibeberapa turnamen utama dunia. Mengandalkan bakatnya saja tanpa kerja keras, semangat dan percaya diri yang tinggi, mereka tidak akan mencapai prestasi ini.
- Pemain golf seperti Tiger Woods dikatakan memiliki postur ideal dan bakat alami, namun tanpa berlatih keras, memoles pukulannya dengan mencari pelatih yang cocok, berusaha terus untuk mencapai kesempurnaan akan dapat meraih posisi seperti sekarang?
Demikian juga Michele Wie, Annika Sorrenstam Sebagai hakekat penciptaan, sebenarnya bakat atau talenta itu tidak hanya sebagai penyanyi, olahragawan ataupun pelukis, hal hal yang menjadi top vocational list seperti mengajar, menulis, merawat orang, membantu orang, fotografi, berbicara di muka umum, menjadi pemimpin, manajer dan masih banyak lagi adalah talenta yang diberikan kepada kita. Sikap positif terhadap bakat dan talenta yang kita miliki dan mengembangkannya adalah kunci penting untuk hidup bahagia dan bermakna. Mengembangkan talenta, penuh integritas dan menjadi yang terbaik merupakan salah satu tujuan utama penciptaan yaitu menyenangkan hati Sang Pencipta.
Tidaklah ada kata terlambat untuk berubah haluan dan mengerjakan hal hal yang kita sukai meskipun dimulai dari waktu luang. Jika kita hanya bekerja untuk uang semata, maka dalam jangka panjang kita akan kalah dengan orang yang bekerja dengan hatinya, yang mencintai pekerjaannya.
Hidup hanya berdasarkan keinginan uang, kedudukan,nama, tanpa mengikuti kata hati membuat kita menjadi kurang bahagia.
Ingat bahwa waktu berjalan terus, jangan sampai suatu hari kita menyesali kehidupan kita dan tidak dapat kembali membeli waktu hanya untuk melakukan hal hal yang kita sukai ataupun talenta kita.
Dengan mengikuti kata hati dan mengembangkan talenta kita, selain menyenangkan Sang Pencipta juga akan menyenangkan diri kita dan masyarakat sekeliling akan kontribusi kita. Marilah hidup tanpa pernah menyesali yang telah kita lalui.
Untuk lebih lengkapnya dapat dibaca di buku:
* Manajemen Berbasis Nurani (Terbit 1 Januari 2007)
* Best Life; Menjalani Hidup Penuh Makna
16 Oktober 2008
Menyangkal Realita Baru
Sejak buku Change beredar, Saya terpaksa harus mempertanggung-jawabkan pemikiran-pemikiran Saya kepada publik. Banyak kisah nyata tentang perubahan yang Saya temui dan tentu saja ribuan curhat dari mereka yang rela dicaci-maki demi perubahan.
Menjadi Change Maker memang tidak mudah. Surat kaleng, SMS palsu, fitnah, sampai upaya-upaya fisik yang mematikan kerap harus dihadapi. Kepada kelompok ini, Saya hanya bisa mengatakan, Gandhi saja yang wajahnya begitu baik dan perilakunya menyejukkan, mereka bunuh, apalagi Anda yang bukan siapa-siapa.
Persoalan terbesar manusia di era yang berubah ini sebenarnya hanya satu, yaitu tidak berani menerima realita-realita baru. Sebagian besar karyawan, eksekutif dan birokrat yang Saya temui masih terbelenggu pada kisah sukses di masa lalu. Mereka berpikir solusi yang mereka temukan di masa lalu itulah solusi yang sesungguhnya. ... Seperti menemui jalan buntu, banyak orang yang tiba-tiba mulai menggunakan kata "Dulu ......" ketika memulai pembicaraannya untuk mengacu ke masa lalu.
IBM contohnya, sukses dengan computer mainframe di tahun 70'an membuatnya menyangkal realita baru pasar PC. Motorola bahkan lebih gawat lagi. Setelah sukses dengan celluler analog, ia menyangkal kehadiran digital handphone dengan melakukan investasi-investasi baru pada bidang analog. Xerox juga sempat terengap-engap saat menyangkal kenyataan munculnya pasar personal-copier yang dirilis Minolta, Canon dan Ricoh. Ensiklopedia Britanica juga menyangkal realita baru membaca buku pintar yang diputar oleh Microsoft (Encarta).
Di Indonesia, Teman-teman di perkebunan teh tengah menyangkal kenyataan bahwa masyarakat dunia sudah mulai minum teh tanpa daun teh sama sekali. Sekarang ini, pergulatan terbesar justru tengah dihadapi universitas-universitas negeri. Mereka menggunakan pengalaman-pengalaman lamanya kala bersekolah yang penuh dengan kesulitan untuk dibingkaikan pada generasi baru yang bergerak dengan cara yang berbeda. Padahal, Albert Einstein pernah menyatakan, "the measure of intelligence is the ability to change" (ukuran kecerdasan Anda adalah kemampuan Anda untuk berubah, menerima kenyataan baru). Sulit dibayangkan dewasa ini masih ada banyak orang yang hidup di jaman kemarin dan dibiarkan terus mengepalai kegiatan untuk membawa organisasi ke masa lalu, tetapi semua ini juga terjadi karena organisasi dibiarkan dikuasai oleh kalangan "pedalaman" yang sepanjang hari menghabiskan waktunya di dalam kantor tanpa berinteraksi dengan dunia luar sama sekali.
Dalam setiap institusi kita dengan mudah membedakan, mana kalangan "pedalaman" dan mana yang "pesisir". Kalangan pesisir selalu berinteraksi dengan dunia luar, tetapi ia banyak membawa hal-hal baru. Ia lebih mudah menerima fakta-fakta baru. Sebaliknya kalangan pedalaman cenderung memelihara tradisi. Seorang usahawan senior membisiki Saya, sekarang ini, katanya, "tradition is a number one killer!".
15 Oktober 2008
Ketetapan Hati
Saat itu, film-film action kungfu dari Hongkong dan Taiwan sedang gencar masuk ke Indonesia. Karena merasa punya bekal ilmu kungfu, body menawan dan wajah yang oke, pemuda itu pun punya mimpi dan mencanangkan tekadnya, ingin menjadi seorang bintang film laga di Indonesia. Pengorbanan yang tidak tanggung-tanggung-pun dilakukan dengan mengundurkan diri dari pekerjaannya. Namun sayang, nasib baik belum memihak kepadanya, kenyataan tidak seindah impian, kegagalan pun harus ikhlas diterimanya.
Waktu terus berjalan, kegagalan yang lalu tidak menyurutkan langkahnya. Impian menjadi bintang film tambah menguat, bahkan target lebih besar ditancapkan, yakni ingin menjadi bintang film kungfu di Hongkong, persiapanpun dilakukan dengan lebih baik, Dari latihan fisik lebih keras dan doa pun mengiringi surat lamaran dengan foto-foto action yang di kirim ke perusahaan Eterna Film di Hongkong.
Tidak beberapa lama kemudian, surat balasan datang, memberitahu bahwa ia diterima menjadi bintang film di Hongkong.
"Ya Tuhaaann... impianku jadi kenyataan!" teriaknya kegirangan. berita gembira itu pun langsung menyebar. Segala persiapan dia lakukan.
Saat menikmati kegembiraannya, tiba-tiba sebuah surat datang kembali. Beritanya sungguh menyedihkan. Akibat cuaca buruk yang berkepanjangan,terpaksa syuting film harus ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan...perasaan sedih spontan menyelimutinya..tubuhnya lemas, lunglai karena tidak ada kepastian kapan akan berangkat. Kegembiraan pun langsung berubah menjadi kemuraman.
"Apakah ini pertanda memang aku tidak ditakdirkan jadi bintang film di Hongkong?"keluhnya dalam hati. Batin pemuda itu terus bergejolak, antara tetap bertahan dengan impian besarnya untuk jadi bintang film atau menyerah
Perasaan pemuda itu tidak menentu. Pikirannya goncang. Tarikan kuat di hatinya untuk terus bertahan bertarung sangat keras dengan godaan untuk menyerah. Tiba-tiba, dia ingat kata-kata motivasi yang sering diajarkan oleh ayahnya, " Selama gunung masih menghijau, jangan takut kehabisan kayu bakar." sontak, kata pepatah motivasi itu langsung kembali membangkitkan semangatnya. "Aku harus bertahan. Aku pasti bisa menjadi bintang film di hongkong, Aku tidak boleh menyerah dan tidak akan menyerah! Ketetapan hatiku tidak akan goyah!!!"
Tiga bulan kemudian.. dengan ketetapan hati yang dilandasi kebulatan tekad untuk tetap bertahan itu, akhirnya panggilan untuk berangkat main film datang. Pemuda itu berhasil menggapai impiannya, menjadi bintang film Hongkong yang mengambil lokasi syuting di Taiwan.
Sungguh, kemenangan perang batin yang luar biasa, Keyakinan kuatnya untuk menjadi bintang film terjawab sudah. Proses perjuangan yang dilandasi ketetapan hati itu akhirnya mengkristal, menjadi sebuah kekayaan mental dan menjadi karakter bagi pemuda tadi, sehingga berguna di kemudian hari dan menjadi bekalnya meraih sukses di berbagai bidang yang dia tekuni.
Pembaca yang budiman,
KETETAPAN HATI, mutlak dimiliki bagi setiap orang yang ingin meraih kesuksesan. Kualitas dan kapasitas manusia untuk bertahan dalam badai kehidupan sangat ditentukan oleh keuletan dan ketetapan hati yang dimiliki. Saat kita telah memilih untuk bertahan, hati nurani pun pasti akan ikut berbicara. Dan, jika diperkuat dengan tindakan nyata, maka kekuatan ketetapan hati seperti itu akan didengar oleh Tuhan. Dan Tuhanpun pasti akan membantu mewujudkan impian kita melalui cara-Nya, yakni dengan cara yang terbaik dan sering tidak terduga-duga.
Dan, inilah sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi saya, Sebab, orang yang mengalami dan yang paling tahu tentang kisah tersebut, yakni pemuda tadi, adalah saya sendiri Andrie Wongso.
29 September 2008
Warren Buffet, Orang Terkaya di Dunia
Ia membeli saham pertamanya pada umur 11 tahun dan ia sekarang menyesal karena tidak memulainya dari masih muda. [ Encourage your children to invest ]
Ia membeli sebuah kebun yang kecil pada umur 14 tahun dengan uang tabungan yang didapatinya dari hasil mengirimkan surat kabar. [ Encourage your children to start some kind of business ]
Ia masih hidup di sebuah rumah dengan 3 kamar berukuran kecil dipusat kota Ohama, yang ia beli setelah ia menikah 50 tahun yang lalu. Ia berkata bahwa ia mempunyai segala yang ia butuhkan dalam rumah itu. Meskipun rumah itu tidak ada pagarnya. [ Don't buy more than what you "really need" and encourage your children to do and think the same ]
Ia selalu mengemudikan mobilnya seorang diri jika hendak bepergian dan ia tidak mempunyai seorang supir ataupun keamanan pribadi. [ You are what you are ]
Ia tidak pernah bepergian dengan pesawat jet pribadi, walaupun ia memiliki perusahaan pembuat pesawat jet terbesar di dunia. [ Always think how you can accomplish things economically ]
Berkshire Hathaway, perusahaan miliknya, memiliki 63 anak perusahaan. Ia hanya menuliskan satu pucuk surat setiap tahunnya kepada para CEO dalam perusahaannya, menyampaikan target yang harus diraih untuk tahunitu. Ia tidak pernah mengadakan rapat atau menelpon mereka secara reguler. [ Assign the right people to the right jobs ]
Ia hanya memberikan 2 peraturan kepada para CEOnya. Peraturan nomor satu adalah : Jangan pernah sekalipun menghabiskan uang para pemilik saham. Peraturan nomor dua : Jangan melupakan peraturan nomor satu. [ Set goals and make sure people focus on them ]
Ia tidak bersosialisasi dengan masyarakat kalangan kelas atas. Waktu luangnya di rumah ia habiskan dengan menonton televisi sambil makan pop corn. [ Don't try to showoff, just be your self and do what you enjoy doing ]
28 September 2008
Bagaimana berpikir dan bermimpi secara kreatif
2. Jangan biarkan tradisi melumpuhkan pikiran anda. Bersikaplah menerima gagasan baru. Lakukan eksperiment. Cobalah pendekatan baru. Bersikaplah progresif dalam semua yang anda kerjakan.
3. Bertanyalah kepada diri sendiri setiap hari, “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?” Tidak ada batas untuk perbaikan diri. Ketika anda bertanya kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja dengan lebih baik?” jawaban yang tepat pun akan muncul. Cobalah dan lihat hasilnya.
4. Bertanyalah kepada diri sendiri, “Bagaimana saya dapat bekerja lebih banyak?” Kapasitas adalah keadaan pikiran. Mengajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri membuat pikiran anda bekerja mencari jalan pintas yang cerdik. Kombinasi yang berhasil di dalam bisnis: Kerjakan apa yang anda kerjakan dengan lebih baik (perbaiki kualitas keluaran anda), dan: Kerjakan lebih banyak apa yang anda kerjakan (tingkatkan kuantitas keluaran anda).
5. Praktekkan bertanya dan mendengarkan. Bertanya dan dengarkan maka anda pun akan memperoleh bahan mentah untuk mencapai keputusan yang tepat. Ingat: Orang besar memonopoli kegiatan mendengarkan; orang kecil memonopoli kegiatan berbicara.
6. Bentangkan pikiran anda. Dapatkan stimulasi. Bergaul dengan orang yang dapat membantu anda memikirkan gagasan baru, cara baru mengerjakan segala sesuatunya. Berbaurlah dengan orang dari minat pekerjaan dan sosial yang berbeda.
24 September 2008
Bagaimana berpikir besar. Ingat berpikir besar selalu memberikan imbalan
5. Jangan berpikir tentang hal-hal yang sepele. Fokuskan perhatian anda pada sasaran yang besar. Sebelum terlibat dalam persoalan yang kecil, bertanyalah kepada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar penting?”
Bangun kepercayaan dan hancurkan ketakutan
5. Buat segalanya tentang anda berbunyi, “saya percaya diri, benar-benar percaya diri.” Praktekkan teknik-teknik kecil ini di dalam aktivitas anda sehari-hari:
- duduklah selalu di barisan depan
- adakan kontak mata
- berjalanlah 25 persen lebih cepat
- berbicaralah terus terang
- tersenyumlah lebar-lebar
20 September 2008
5 Hal Yang Membuat Waktu Anda Terbuang & Cara Mengatasinya
table with 2 columns and 5 rows
Membagi perhatian pada banyak hal untuk dikerjakan sekaligus : Tentukan prioritas apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu
Tidak berani mendelegasikan tugas : Yakinkan diri anda bahwa tidak perlu semuanya dikerjakan oleh anda
Tidak berani mengatakan "tidak" terhadap suatu permintaaan : Tentukan apa yang harus dan ingin anda lakukan
Terlalu sibuk menerima telepon : Sedapat mungkin carilah orang lain yang dapat menyeleksi telepon yang masuk, gunakan "answering machine"
Menunda : Kerjakan pekerjaan yang sukar terlebih dahulu, pisahkan tugas-tugas yang berat menjadi bagian-bagian kecil dan ringan
table end